Cerpen Rangermerah Kerumunan orang berbaju hitam itu perlahan pergi dengan isaknya. Aku bahkan tak mau beranjak dari tempat ini, bahkan gelapnya malam tak akan mengusikku. sesosok wanita didekatku menarik bajuku. Perlahan berkata, “cukuplah uda” walau Dengan air mata yang perlahan mengering diantara hidung dan pipinya. Aku hanya menoleh, dan tak […]

Cerpen R-17 Rumah itu jauh dari pemukiman, Randa hanya seorang bujangan bekerja sebagai tukang kayu harian. Namun setelah dia menyelesaikan proyek pemerintah, dia menjadi lupa diri dan suka foya2 hanya dalam waktu 1 malam saja. Malam itu, randa menerima upah proyek penuh yang dia kerjakan. Banyaknya jumlah kertas yang ia […]

Oleh: Novina Deliza Gaungan sorak sorai hingga sirene yang terlahir dari sebuah pengeras suara membuat hampir semua orang di kantor menghentikan pekerjaannya, kemudian memperhatikan massa yang berkerumunan dari berbagai sudut tempat yang menghadap jalan raya. Aku juga ikut menyelipkan diriku dari lantai tiga tepat di depan jendela kaca, yang tentu […]

Cerpen Delvi Yandra* Gustav menyeka wajahnya dengan ujung lengan kemeja yang tampak longgar, lalu menjatuhkan tatapannya pada Martalina sebagaimana istrinya itu datang dengan membawa cerek dan bungkusan nasi. Ia bertanya seperti seseorang yang penuh dengan kecemasan. “Ada apa istriku?” Martalina tak menjawab. Ia hanya menekuk bahu lebarnya ke arah gundukan […]

Cerpen Y Thendra BP* Ranting kering berderak. Langkah Sutan tertegun. Darahnya tersirap. Bulu kuduknya tegak. Ia mengambil nafas lebih dalam, mengembuskannya perlahan-lahan. Jantungnya masih berdetak kencang. Ranting kering berderak kembali. Serangga diam. Daun-daun kaku. Sutan pun sadar. Durian jatuh yang ia cari tak bakal bersua. Sudah jadi milik kaki yang […]